Kamis, 26 April 2012

AKSI EMITEN ANTM Jajaki Utang US$ 1,3 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjajaki pinjaman baru senilai US$ 1,3 miliar ke sejumlah perbankan ekspor. Utang tersebut akan dipakai untuk menyokong proyek Smelter Grade Alumina (SGA) di wilayah Kalimantan Barat.
Manajemen ANTM telah bernegosiasi dengan beberapa lembaga keuangan asing. "Kami sudah bertemu JBIC (Japan Bank for International Cooperation). Kami juga akan mengunjungi ECA (Export Credit Agency) di Eropa dan Asia bagian utara," ujar Djaja Tambunan, Direktur Keuangan ANTM, Kamis (26/4).
ANTM masih sendirian menggarap proyek senilai
US$ 1 miliar itu, setelah calon mitra asal China, Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd (HJG), mengundurkan diri.
Untuk mendanai proyek SGA, kata Djaja, porsi ekuitas dan utang masing-masing 35% dan 65% dari nilai total proyek. Ini berarti perseroan membutuhkan dana US$ 780 juta atau Rp 7 triliun. ANTM masih mendekati beberapa calon investor untuk bermitra di proyek yang bakal dimulai pada tahun depan ini.
Untuk tahun ini, perseroan fokus ke pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur (FeNi Haltim) senilai US$ 1,6 miliar. Di proyek ini, ANTM juga akan membangun pembangkit listrik. Jadi, komposisi pendanaannya, US$ 1 miliar untuk pabrik dan US$ 600 juta untuk menyokong proyek pembangkit listrik.
Manajemen ANTM siap menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara di proyek pembangkit listrik. Perseroan berniat membangun pembangkit listrik tenanga uap (PLTU) berkapasitas 3x30 mega watt (MW) dan pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) berkapasitas 10x17 MW.
Di pembangunan pabrik feronikel FeNi Haltim, ANTM akan menarik pendanaan dari sejumlah lembaga keuangan. Handaru Bimo Amoro, Investor Relations ANTM, menyatakan, perseroan juga mencari pinjaman senilai US$ 650 juta ke sejumlah lembaga kredit ekspor (ECA). "Saat ini kami fokus memenuhi dana US$ 1 miliar, itu tanpa PLN," kata dia. Porsi kas dan utang masing-masing 35% dan 65% dari nilai proyek itu. Proyek FeNi Haltim ditargetkan bisa terlaksana tahun ini.
Manajemen ANTM memprediksi pendapatan di sepanjang kuartal pertama tahun ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Djaya, pendapatan kemungkinan menyusut seirama dengan penurunan produksi akibat renovasi, perbaikan, dan modernisasi pabrik Feronikel (FeNi II) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. "Selain itu harga feronikel dan emas di kuartal pertama lebih rendah dibandingkan tahun lalu," kata Djaya.
Untuk menekan penurunan kinerja, ANTM menempuh beberapa strategi, seperti meningkatkan ekspor biji nikel dan efisiensi. "Walaupun bisa berpengaruh ke pendapatan, tapi untuk laba bersih akan sama seperti tahun lalu karena ada efisiensi," ujar Djaya.
ANTM berharap tahun ini memproduksi 18.000 ton nikel dalam feronikel, turun 8% dari tahun lalu. Harga ANTM, Kamis (26/4) tidak berubah dari Rp 1.730 per saham.

Selasa, 24 April 2012

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Tampil Sumringah

TOKYO. Mayoritas bursa saham Asia tampil sumringah pada perdagangan Rabu (25/4). Indeks acuan bursa regional pun rebound untuk pertama kali, setelah empat hari terbenam.

Laju pasar Asia seirama dengan bursa Wall Street yang ditutup menguat, semalam. Pasar saham regional menguat lantaran kinerja keuangan beberapa emiten menunjukkan hasil gemilang menggembirakan.
Apalagi, data penjualan rumah di AS menunjukkan sinyal-sinyal pasar perumahan sudah mulai stabil. Kondisi tersebut dinilai akan mendongkrak prospek kinerja eksportir di kawasan Asia.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% ke posisi 123,70 pada pukul 09.32 waktu Tokyo. Sekitar lima saham reli berbanding setiap satu saham yang turun. Sementara, indeks Nikkei 225 melaju 1,06%, lalu indeks Kospi naik 0,48%, dan indeks S&P/ASX 200 reli 0,18%.

Saham produsen barang elektronik terbesar di Jepang, Sony Corp. yang maju 1%, menjadi salah satu saham penyokong laju indeks. Selain juga, Samsung Electronics Co. yang reli 1,3% di Seoul. Saham ini menguat setelah kompetitornya, Apple Inc mencatatkan kenaikan laba hampir dua kali lipat di kuartal terakhir.

"Saat ini, tren pemulihan pendapatan ini dilihat baik di Jepang dan AS, sehingga menopang pasar. AS masih dalam tahap pemulihan ekonomi yang ringan," kata Hiroichi Nishi, manajer ekuitas di SMBC Nikko Securities Inc., Tokyo.

Reksadana Saham Syariah Tancap Gas

Produk reksadana saham berbasis syariah tancap gas. Nilai Aktiva Bersih (NAB) produk itu tumbuh lebih dari 5,62% selama sebulan terakhir. Bahkan, ada reksadana saham syariah yang mencetak kenaikan NAB melampaui 7%.
Tengok saja, NAB reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah yang dalam 30 hari terakhir hingga 24 Januari lalu, tumbuh 6,71%. Kenaikan NAB Manulife Syariah Sektoral Amanah lebih tinggi lagi yaitu 6,98%. Yang mencetak NAB tertinggi adalah Cipta Syariah Equity sebesar 7,39%.
NAB reksadana saham syariah melaju kencang, membuntuti kenaikan indeks Jakarta Islamic Index (JII). Selama sebulan terakhir, JII menanjak 5,84%. Bahkan, Selasa (24/1), JII memperbarui rekor tertingginya selama sebulan di posisi 570,54.
Putut Andanawarih, Direktur Manulife Asset Management mengatakan, kunci keberhasilan kinerja Manulife Syariah Sektoral Amanah terletak pada pemilihan saham berbasis syariah yang tepat. "Sebagian besar dana dialokasikan ke saham konsumer. Ternyata hasilnya memuaskan," kata Putut.
Selain konsumer, saham pilihan Manulife adalah saham sektor properti dan komoditas. Per akhir Desember 2011, komposisi untuk reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah adalah 93% saham dan sisanya pasar uang.
Sedangkan, Mandiri Investa Atraktif Syariah bisa melaju karena ditopang oleh saham sektor komoditas. Andreas Gunawidjaja, Direktur Mandiri Manajemen Investasi mengatakan, performa saham sektor komoditas baik sehingga kinerjanya melonjak.
Pilihan aset dasar bagi reksadana saham berbasis syariah memang cukup terbatas. Terdapat sejumlah kriteria yang harus dimiliki agar saham tersebut bisa masuk kategori saham syariah. Intinya, semua saham yang memenuhi standar syariah dan masuk dalam daftar JII.
Terkerek komoditas
Putut yakin prospek reksadana saham syariah ke depan masih menarik. Dia beralasan, kategori syariah membantu menyaring emiten. Hanya saham emiten dengan fundamental yang kuat dan sehat yang bisa masuk ke dalam daftar saham syariah. "Secara tidak langsung sudah tersaring saham-saham pilihan yang terbaik," katanya.
Tapi hingga kini reksadana saham syariah masih menghadapi tantangan berupa pola pikir investor yang selalu mengidentikkan produk ini dengan agama. Padahal, "Sejauh sesuai dengan minat dan tujuan investasi, kenapa tidak?" tandas dia.
Analis Infovesta Edbert Suryajaya memaklumi lonjakan reksadana saham syariah lantaran JII sebagai acuan nya pun menanjak dalam sebulan terakhir. Ia beralasan, reksadana saham berbasis syariah tidak bisa sembarangan masuk ke setiap sektor.
Edbert memperkirakan saham di sektor komoditas seperti perkebunan dan tambang berkontribusi terhadap kenaikan NAB reksadana syariah dalam sebulan terakhir.
Ia menyarankan, dalam kondisi bursa saham yang relatif tinggi saat ini, ada baiknya investor memanfaatkan waktu untuk melakukan valuasi ulang atas saham-saham yang menjadi racikan reksadana saham syariah pilihannya. Investor juga patut menimbang prospek sektor pilihan pada reksadana ini. 
 

Senin, 23 April 2012

IHSG Tetap Melaju di Jalur Hijau

Bursa Asia memerah karena kecemasan investor terhadap meluasnya krisis utang di Eropa memicu tekanan jual. Untunglah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di jalur hijau dan menguat 0,81% ke level 2.926,86.
Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (29/4), saham-saham yang muncul sebagai pengerek indeks adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melambung 4,72% menjadi Rp 5.450, PT Astra International Tbk (ASII) naik1,21% menjadi Rp 46.150, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melejit 19,91% menjadi Rp 13.850. Lalu, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menanjak 2,73% menjadi Rp 5.650 dan PT indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 2,01% menjadi Rp 15.200.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan jual adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang merosot 19,79% menjadi Rp 1.120, PT Astra Agro Lestari tbk (AALI) turun 1,99% menjadi Rp 22.200, dan PT Gudang Garam tbk (GGRM) turun 0,54% menjadi Rp 27.200. Selain itu, saham PT International Nickel Tbk (INCO) juga melorot 1,05% menjadi Rp 4.725 dan PT Indosat tbk (ISAT) turun 0,85% menjadi Rp 5.800.
Total volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 6,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,24 triliun.
Indeks bursa Asia rata-rata ditutup melemah. Indeks Hang Seng turun 0,81% ke level 20.778,92, indeks Shanghai melorot 1,10% ke level 2.868,43, dan indeks Kospi turun 0,32% ke level 1.728,42. Sedangkan indeks Strait Times menguat 0,74% ke level 2.953,71.

Selasa, 17 April 2012

Saham ANTM Melaju Mengikuti Harga Emas Dunia

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini menunjukkan pergerakan positif. Sebelumnya, saham ANTM sempat naik 1,1% menjadi Rp 1.820. Namun per pukul 15.02, saham ANTM berada di posisi Rp 1.810 atau naik 0,56%.

Data Bloomberg menunjukkan, tiga broker yang paling banyak memburu saham ini adalah: Nikko Securities senilai Rp 2 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 1,95 miliar, dan AmCapital Indonesia senilai Rp 1,02 miliar.

Pergerakan saham ANTM hari ini sepertinya mengekor pergerakan harga emas dunia. Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, siang tadi, harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi US$ 1.654,90 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi dalam sepekan terakhir. Per pukul 14.24 waktu Singapura, harga emas berada di posisi US$ 1.651,83 per troy ounce. 

Jumat, 13 April 2012

Bukit Asam Considering Stock Split

State-owned coal miner PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) is studying a plan to split existing shares without any dilution in ownership.
“We are still assessing the plan to do a stock-split,” Hananto Budi Laksono, Bukit Tambang’s corporate secretary, said in a statement submitted to the Indonesia Stock Exchange (IDX) on Thursday.
Stock splits usually occur when a company’s share price has become too expensive for many investors.
Market capitalization and ownership will remain the same, but the prices and the number of shares owned will change.
Shares of Bukit Asam traded at Rp 20,000 at Thursday’s close, up 1.5 percent from the previous day. With a market capitalization of Rp 46.08 trillion, Bukit Asam saw its shares soaring 45.3 percent since Oct. 10, 2011. (mtq)

Kamis, 12 April 2012

Tanya Jawab Seputar Portofolio Optimal

  1. Jelaskan pengertian tentang investasi, instrumen keuangan, investor dan pasar keuangan serta berikan penjelasan keterkaitannya satu sama lain!
Jawab :
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa datang.
Instrumen keuangan adalah kontrak yang mengakibatkan timbulnya asset keuangan bagi satu entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas lainnya.
Investor adalah pihak-pihak yang melakukan investasi
Pasar keuangan adalah merupakan mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau koporasi untuk dengan mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam bentuk sekuritas keuangan (seperti saham dan obligasi)
Keterkaitan antara investasi, instrument keuangan, investor dan pasar keuangan adalah sebagai berikut :
Pasar Keuangan bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang seperti Obligasi, Saham dan lain sebaginya. Seperti digambarkan sebagai berikut :


2. Apa yang saudara ketahui tentang risiko sistematis dan risiko non sistematis? Berikan penjelasan secara rinci serta dilengkapi dengan contohnya masing-masing! Mana antara risiko sistematis dan risiko non sistematis yang paling penting untuk analisis pembentukan portofolio?
Jawab :
Risiko sistematis atau dikenal dengan risiko pasar atau risiko umum (general risk) merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjasi di pasar secara keseluruhan. Perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Dengan kata lain, risiko sistematis merupakan risko yang tidak dapat didiversifikasi. Resiko sistematis akan tetap ada walaupun diversifikasi telah dilakukan seoptimal mungkin.
Contoh :  pada saat awal krisis dimana mata uang Rupiah terdepresiasi hebat, pertumbuhan ekonomi negatif, dan indeks turun tajam, maka dapat dipastikan apapun portofolio saham anda pasti akan mengalami capital loss.
Risiko non sistematis atau dikenal dengan risiko spesifik (risiko perusahaan) adalah risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan. Risiko perusahaan lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit sekuritas. Dalam manajemen portofolio disebutkan bahwa risiko perusahaan bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi asset dalam suatu portofolio. resiko nonsistematis bisa dihilangkan melalui diversifikasi.
Contoh : resiko operasi atau resiko keuangan perusahaan.
Yang paling penting untuk analisis pembentukan portofolio  adalah risiko sistematis, karena risiko non sistematis dapat dihilangkan dengan diversifikasi, sedangkan risiko sistematis walaupun di diversifikasi, tidak dapat dihilangkan. Risiko sistematis yang dalam istilah manajemen keuangan disebut sebagai Beta (β), dapat digunakan untuk mengukur volatilitas dari suatu saham atau portfolio suatu saham bila dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Beta seringkali memiliki pengaruh terhadap persepsi seorang investor ketika akan membeli saham tertentu. Oleh karena itu menentukan Beta atas suatu saham atau Beta dalam suatu portfolio sangatlah penting bagi para investor, karena berpengaruh terhadap persepsi  risk return trade-off para investor

3. Ketika dihadapkan pada situasi investasi jangka pendek umpamanya level harian, mingguan dan bulanan, maka seorang investor secara umum lebih menyukai dividend yield”. Saudara setuju dengan statement ini? Berikan penjelasan yang memadai!
Jawab :
Saya tidak setuju dengan statement tersebut, karena dividend yield untuk janga pendek tidak bagus, hal ini disebabkan oleh sulitnya dalam pembagian dividend, dan dividend baru terlihat keuntungannya dalam jangka panjang.

4. Sebutkan jenis-jenis instrumen keuangan atau sekuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2011 dan jelaskan ciri khas (karakteristik) setiap surat berharga tersebut. Menurut saudara apakah tabungan dapat dikategorikan sebagai sekuritas atau instrumen keuangan?
Jawab :
-          Jenis-jenis instrument keuangan atau sekuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai tahun 2011 adalah sebagai berikut :
1)      Saham
Ciri khas (karakteristik) dari saham adalah :
a) Surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atau penyertaan modal investor di dalam suatu perusahaan.
b) Dikeluarkan perusahaan untuk menambah modal.
c)  Merupakan bentuk penyetoran modal ke dalam perusahaan.
d)  Hak atas keuntungan perusahaan
e)   Hak atas harta perusahaan
f)    Hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

2)      Obligasi
Ciri khas (karakteristik) dari obligasi adalah :
a)      Nilai obligasi (jumlah dana yang dipinjam)
Dalam penerbitan obligasi, maka perusahaan akan dengan jelas menyatakan jumlah dana yang dibutuhkan yang dikenal dengan istilah “jumlah emisi obligasi”. Penentuan besar kecilnya jumlah penerbitan obligasi berdasarkan aliran arus kas perusahaan, Kebutuhan, serta kinerja bisnis perusahaan.
b)      Jangka waktu obligasi
Setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo atau berakhirnya masa pinjaman (maturity). Secara umum masa jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Ada yang 1 tahun, adapula yang 10 tahun. Semakin pendek jangka waktu obligasi maka akan semakin diminati oleh investor, karena dianggap risikonya kecil.
c)      Principal dan Coupon rate
Nilai prinsipal obligasi adalah sejumlah uang yang disetujui oleh penerbit obligasi agar dibayarkan kepada pemegang obligasi pada masa jatuh tempo. Jumlah ini biasa berhubungan dengan redemption value, maturity value, par value or face value. Coupon rate juga disebut nominal rate, adalah tingkat bunga yang disetujui penerbit untuk dibayar kepada pemegang obligasi setiap tahun. Besarnya pembayaran bunga setiap tahun
d)       Jadwal pembayaran
Kewajiban pembayaran kupon obligasi oleh perusahaan penerbit, dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bisa dilakukan triwulan, semesteran, atau tahunan.
e)       Diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah

3)      Produk turunan (Derivatif)
Ciri khas (karakteristik) dari produk turunan (derivative) adalah :
  1. memiliki satu  atau lebih variable pokok yang mendasari (underlying); dan satu atau lebih jumlah nosional (notional amount) atau syarat   pembayaran atau keduanya.
  2. persyaratan perjanjian tidak memerlukan investasi awal bersih (initial net   investment), atau memerlukan investasi awal bersih yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oelh jenis perjanjian lainnya yang diperkirakan akan menghasilakan efek yang sama terhadap perubahan dalam factor-faktor pasar
  3. persyaratan perjanjian mengharuskan atau memungkinkan penyelesaian sekaligus, atau instrumen derivatif dapat segera diselesaikan dengan saran terpisah di luar perjanjian tersebut, atau persyartan perjanjian mengakibatkan penyerahan aktiva sehingga penyelesaian secara substansial tidak berbeda dengan net settlement

4)      Reksadana
Ciri khas (karakteristik) dari reksadana adalah :
a)    Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi
b)   Adanya investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi
c)   Adaya Manajer Investasi yang dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.

5)      Pasar Modal Syariah
Ciri khas (karakteristik) dari Pasar modal syariah adalah :
a)      HST ditetapkan dengan membagi jumlah kekayaan bersih perusahaan dengan jumlah saham yang diterbitkan. Komite Manajemen harus memastikan bahwa semua perusahaan yang terlibat dalam busrsa efek itu mengikuti praktek standar akuntansi syariah.
b)      Perdaagangan saham mestinya hanya berlangsung dalam satu minggu, periode perdagangan, setelah menentukan HST.
c)      Perusahaan hanya dapat menerbitkan saham baru dalam periode perdagangan dan dengan harga HST.

-          Menurut saya tabungan tidak dapat dikategorikan sebagai sekuritas atau instrumen keuangan, karena tabungan bukan investasi tetapi simpanan, tabungan juga merupakan asset yang non tradable, sehingga tidak dapat diperjualbelikan dan merupakan asset yang berharga bagi pemiliknya.

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan efficient frontier dan langkah-langkah pembuatan efficient frontierterkait serta tunjukkan langkah mana yang saudara anggap paling kritikal buat seorang investor.
Jawab :
Efficient frontier adalah sebuah konsep dalam teori portofolio modern diperkenalkan oleh Harry Markowitz dan lainnya. Kombinasi dari aset, yaitu portofolio , disebut sebagai “efisien” jika memiliki yang terbaik mungkindiharapkan tingkat pengembalian untuk level dari risiko(biasanya proksi oleh standar deviasi dari return portofolio), yang digambarkan dengan diagram sebagai berikut :
Grafik efficient frontier
Efisien Frontier. Hiperbola ini terkadang disebut sebagai ‘Bullet Markowitz’, dan bagian atas miring adalah perbatasan efisien jika tidak ada aset bebas risiko tersedia. Dengan aset bebas risiko, garis lurus adalah perbatasan efisien.
Langkah –langkah membuat efficient frontier adalah sebagai berikut :
a)     Tentukan minimal 2 saham yang beda industry
b)     Tentukan data risk & return dari 2 saham diatas
c)      Tentukan alternative-alternatif proporsi dari kedua saham
d)     Tentukan risk & return dari portofolio
e)     Tentukan portofolio yang efisien

-       Langkah yang paling kritkal menurut saya adalah menentukan alternatif-alternatif proporsi dari kedua saham, karena dengan adanya proporsi, maka risk dan return dapat dihitung sehingga untuk mengurangi resiko kita dapat melakukan diversifikasi.

Sumber : http://sartika201011057.blog.esaunggul.ac.id/2012/03/25/investasi-keuangan/

Selasa, 10 April 2012

Perusahaan Tambang Kena Bea Keluar 15%

Sebuah kabar buruk tengah menghantui perusahaan pertambangan. Utamanya, mereka yang menjadikan pasar ekspor sebagai jangkar pendapatan selama ini. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan pemberlakuan bea keluar 15% dari nilai ekspor produk-produk mineral.
Padahal, selama ini, perusahaan pertambangan tidak terkena bea keluar sama sekali, alias nol persen, jika ingin mengekspor produknya ke luar negeri. Saat ini, usulan tersebut masih dikaji oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.
Dirjen Mineral Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, sampai saat ini, dia masih menunggu keputusan Menteri Keuangan. "Usulan ini untuk meningkatkan penerimaan negara," tandas Thamrin di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Selasa (10/4).

Menggerus Laba
Astera Primanto Bhakti, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF mengakui telah menerima usulan Kementrian ESDM ini. Namun ia menegaskan, tarif bea keluar sebesar 15% masih belum diputuskan BKF, apalagi oleh Menteri Keuangan. "Kami belum tahu kapan akan berlaku," kata Astera berkelit.
Eko Bayu Endriawan, Kepala Investor Relation PT Aneka Tambang Tbk mengungkapkan, ia belum mengetahui isi calon beleid itu secara detail.
Namun, dia memastikan, jika aturan bea keluar 15% disetujui Menkeu, dipastikan ini akan menggerus pendapatan dan laba perusahaan. "Karena tak mungkin menaikkan harga jual produk karena harga jual tergantung pada harga di pasar internasional," ujar dia.
Eksportir mineral terbesar di Tanah Air, PT Freeport Indonesia enggan menanggapi bakal beleid perpajakan ini. "Hingga kini, kami masih menganalisa aturan ini," ujar Ramdani Sirait, Juru Bicara Freeport Indonesia.
Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Syahrir AB mengungkapkan, pemberlakuan bea keluar ini membuat investor kabur dan membunuh perusahaan pertambangan. Saat ini, pemerintah dan pemegang kontrak karya memegang aturan bernama nail down.
Nail down ini memuat perjanjian, perusahaan tambang terkena pajak badan sebesar 37% sampai 45%. "Ketika kontrak karya diteken, pada hari itu juga, pemegang kontrak karya sudah terkena pajak 37%-45%," ungkapnya.
Artinya, jika nail down dan bea keluar berlaku bersamaan, perusahaan tambang pengekspor mineral akan terkena pajak ganda. "Pemerintah harusnya menurunkan pajak badan dalam nail down, misalnya menjadi 25% namun bea keluar 15% tetap diberlakukan," katanya. Ini artinya, tidak ada tambahan pajak bagi perusahaan tambang.